Pemerintah Provinsi NTT Dukung Wisata Estate Lamalera

Lamalera – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lembata pada Selasa (27/8/2020) berkesempatan mengunjungi lokasi wisata Lamalera di Kecamatan Wulandoni. Lamalera dengan tradisi Misa Leva atau misa pembukaan musim melaut (leva nuang) ini menarik perhatian Gubernur Laiskodat.

Gubenur Laiskodat bersama rombongan didampingi Bupati Lembata, Elyazer Yentji Sunur saat tiba di Gudi Namang Desa Lamalera B sekitar pukul 18.30 Wita, disambut  Plt Kepala Desa Lamalera, Anton Boli Azimu. Saat tiba Anton langsung menyarungi Gubernur Lasikodat dengan tenun khas untuk lelaki Lamalera.

Gubernur Laiskodat juga dipakaikan cincin dari tulang seguni sebelum tampil di panggung yang baru dibangun. Tujuan Gubernur Laiskodat ke Lamalera untuk meresmikan Lamalera Victory Homestay yang dibangun melalui program pariwisata pemerintah Provinsi NTT.

Keterangan Foto : Misa Leva atau tradisi Gereja Katolik di Lamalera yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Mei sebagai tanda pembukaan musim melaut atau leva nuang di Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, NTT.

Gubernur Laiskodat mengatakan, pihaknya akan terus mendorong destinasi wisata estate Lamalera dalam usaha meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain mendukung masyarakat dalam pembangunan homestay, Pemerintah Provinsi NTT juga membangun terus membangun sejumlah segmen jalan lingkar selatan menuju Lamalera.

Dia berjanji untuk terus mendukung upaya menyiapkan masyarakat pariwisata Lamalera.

“Kita harus mulai mempersiapkan diri untuk menerima tamu. Masyarakat juga harus bersiap diri untuk menerima tamu. Homestay ini merupakan salah satu cara kami mendorong pariwisata Lamalera. Kita bangun pariwisata berbasis masyarakat,” tandas Gubernur Laiskodat seperti yang dilansir aksinews.id.

Pemerintah Provinsi NTT telah membangun sedikitnya 21 homestay menggunakan APBD NTT tahun anggaran 2019. Homestay ini dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat dengan pendampingan LSM Pondok Perubahan.

Kamar-kamar rumah penduduk direhab dan diisi perabot menyerupai kamar hotel. Begitu juga MCK dan fasilitas umum berupa panggung, MCK umum dan kapel di Pantai Lamalera. Sebelum meninggalkan Lamalera, Gubernur Laiskodat juga sempat melihat Naje (rumah peledang – perahu untuk menangkap ikan paus) di Pantai Lamalera. (WL)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

English English Indonesian Indonesian