Buka Festival Guti Nale, Bupati Lembata Paparkan Konsep Wisata Travel Village

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur membuka secara resmi Festival Guti Nale di Mingar Desa Pasir Putih Kecamatan Nagawung, Sabtu (15/2/2020).

Guti Nale sendiri merupakan tradisi masyarakat Mingar menangkap Nale atau cacing laut di sepanjang pesisir Pantai Watan Raja dan sudah berlangsung turun temurun.

Sebagai upaya pelestarian tradisi nenek moyang ini, Pemerintah Kabupaten Lembata sejak tahun lalu membalutnya dalam gelaran Festival Guti Nale dengan berbagai atraksi budaya Orang Mingar.

Tahun ini di hadapan masyarakat Mingar, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur memaparkan konsep travel village yang akan menjadi lokomotif pengembangan wisata desa di Kabupaten Lembata.

Bupati Sunur menyebutkan dalam konsep ini ada kegiatan yang dinamakan penguatan struktur budaya dan pengembangan atraksi.

Penguatan struktur budaya bertujuan agar masyarakat Mingar bisa tetap melestarian tradisi Guti Nale yang sudah ada dan diwariskan lagi oleh generasi muda.

Kalau struktur budaya sudah kuat, jelas Bupati Sunur, maka masyarakat bisa melakukan pengembangan atraksi yang bernilai ekonomis. Pengembangan atraksi ini yang kemudian sudah diwujudkan dalam Festival Guti Nale.

Dia berharap tahun selanjutnya pemerintah desa setempat bisa secara mandiri menggelar Festival Guti Nale tanpa ada intervensi dari pemerintah daerah.

“Atraksi apa yang cocok dengan kegiatan Guti Nale ini, nah ini yang akan terus dijaga secara turun temurun supaya tetap melanjutkan event Guti Nale ini,” terang Bupati Sunur.

Lebih lanjut dia menambahkan kawasan Pantai Mingar harus bisa dikembangkan menjadi kawasan pengembangan wisata terintegrasi supaya setelah kegiatan Festival Guti Nale pun lokasi itu tetap ramai dikunjungi wisatawan.

Dia juga meminta masyarakat di sekitar wilayah Mingar juga bisa menangkap peluang wisata yang ada dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sehingga uang yang masuk bisa beredar di dalam desa.

“Saya bersyukur karena Lembata dikaruniai pemandangan alam dan budaya yang luar biasa. Kegiatan ini bagian dari bagaimana kita mengesksploitasi hal yang melekat dalam diri,” tegasnya.

Sebagai kabupaten di NTT yang menjadikan pariwisata sebagai leading sector, Bupati Sunur menjelaskan kalau simpul-simpul pengembangan pariwisata sudah dibuat oleh pemerintah kabupaten.

“Jadi tidak ada lagi simpul pariwisata baru lagi,” ungkapnya sembari menambahkan simpul-simpul yang sudah ditetapkan itu tinggal dikembangkan oleh pemerintah dan masyarakat desa.

Kalau konsep ini sudah berjalan, kata Bupati Sunur, fokus pemerintah pada tahun 2021-2024 adalah pada pembangunan infrastruktur jalan dan konektivitas kelembagaan.

Dia juga menyinggung soal Lamalera sebagai branding destinasi dengan menggelar event Festival Lamafa pada Bulan Mei dan Festival Hadok di Atadei. (Ricko Wawo/Pos Kupang)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

English English Indonesian Indonesian